Menpora Dito Bagi Tips Gerakan Pramuka

Menpora Dito Bagi Tips Gerakan Pramuka

Menpora Dito Bagi Tips Gerakan Pramuka

Menpora Dito Bagi Tips Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang sangat populer di Indonesia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, minat generasi Z terhadap Gerakan Pramuka terlihat menurun. Untuk mengatasi hal ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Satrio memberikan 3 tips agar Gerakan Pramuka semakin diminati oleh generasi Z.

1. Membuat Program yang Menarik dan Relevan

Salah satu alasan mengapa generasi Z mungkin kehilangan minat dalam Gerakan Pramuka adalah karena program yang dianggap tidak menarik atau tidak relevan dengan kehidupan mereka. Menpora Dito menekankan pentingnya menciptakan program yang menarik dan relevan dengan minat dan kebutuhan generasi Z.

Program-program yang menarik dapat mencakup kegiatan outdoor seperti hiking, camping, dan orienteering. Selain itu, program-program yang berkaitan dengan teknologi seperti coding, robotika, dan desain grafis juga bisa menarik minat generasi Z. Dengan menciptakan program-program yang menarik dan relevan, Generasi Z akan lebih tertarik untuk bergabung dengan Gerakan Pramuka.

2. Menggunakan Media Sosial untuk Mempromosikan Gerakan Pramuka

Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dengan teknologi dan media sosial. Oleh karena itu, Menpora Dito mengusulkan penggunaan media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan Gerakan Pramuka. Dengan menggunakan platform seperti Instagram, Twitter, dan YouTube, Gerakan Pramuka dapat menjangkau generasi Z dengan cara yang lebih efektif.

Melalui media sosial, Gerakan Pramuka dapat membagikan cerita dan foto-foto kegiatan yang menarik. Gerakan Pramuka juga dapat menggunakan media sosial untuk mengadakan kompetisi atau tantangan yang melibatkan generasi Z. Dengan memanfaatkan media sosial, Gerakan Pramuka dapat meningkatkan visibilitasnya dan menarik minat generasi Z untuk bergabung.

3. Mengadakan Kolaborasi dengan Komunitas dan Sekolah

Menpora Dito juga menyarankan Gerakan Pramuka untuk menjalin kolaborasi dengan komunitas dan sekolah. Kolaborasi ini dapat dilakukan melalui kegiatan bersama, seperti mengadakan kegiatan bakti sosial atau mengadakan pelatihan keterampilan di sekolah-sekolah.

Dengan menjalin kolaborasi, Gerakan Pramuka dapat lebih dikenal oleh generasi Z dan juga dapat memperluas jaringan serta menciptakan hubungan yang positif dengan komunitas dan sekolah. Hal ini dapat membantu Gerakan Pramuka dalam memperluas pengaruhnya dan menarik minat generasi Z untuk bergabung.

Menpora Dito Bagi Tips Gerakan Pramuka

Dengan mengikuti tips-tips dari Menpora Dito ini, diharapkan Gerakan Pramuka dapat semakin diminati oleh generasi Z. Gerakan Pramuka memiliki banyak manfaat bagi perkembangan diri generasi muda, seperti pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, dan peningkatan rasa kebersamaan. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mendukung dan mempromosikan Gerakan Pramuka kepada generasi Z agar mereka dapat mengambil manfaat dari kegiatan ini.

Banda Aceh: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo berbagi tips agar Gerakan Pramuka semakin digandrungi oleh Generasi Z. Sedikitnya, ada tiga hal penting yang harus dilakukan agar minat menjadi anggota Pramuka terus tumbuh.

Demikian disampaikan Menpora Dito saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XI Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 2023 di Balee Meusreya Aceh, Banda Aceh, Sabtu (2/12). Menpora Dito hadir mewakili Presiden Joko Widodo.

Menpora Dito Bagi Tips Gerakan Pramuka

“Saya ada beberapa tips agar organisasi Pramuka bisa semakin digandrungi oleh generasi Z. Pertama, perhatikan dahulu potensi generasi Z, jangan fokus hanya memberikan tugas kepada generasi ini,” ujar Menpora Dito.

Tips kedua, disampaikan Menpora Dito adalah agar bagaimana senior dari Gerakan Pramuka ini dapat menemukan cara agar tugas-tugas yang diberikan kepada Generasi Z bisa dibuat lebih menantang dan menyenangkan.

“Kemudian yang ketiga adalah, kita harus memberikan kesempatan-kesempatan baru agar mereka ini bisa melahirkan gagasan sekaligus gerakan baru,” jelas Menpora Dito.

Lebih lanjut, Menpora Dito menegaskan Pramuka harus menjadi tempat yang bersahabat bagi Generasi Z. Menpora Dito berpesan agar setiap anggota Pramuka mengutamakan kepentingan bersama, ketimbang kepentingan pribadi.

“Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari pada seribu teman yang mementingkan diri sendiri. Dan saya disini selaku Menpora siap untuk menjadi sahabat sejati Pramuka,” terang Menpora Dito.

Disamping itu, Menpora Dito juga mengingatkan jika Generasi Z yang kini aktif dalam kegiatan Pramuka mempunyai karakteristik unik dan perlu diperhatikan.

Menpora Dito Bagi Tips Gerakan Pramuka

“Mereka adalah generasi yang jago teknologi, memiliki pengetahuan yang luas, pintar membangun jaringan, punya  kreatifitas tinggi, berorientasi tujuan dan bisa berpikir global,” papar Menpora Dito.

Pada era sekarang ini, Generasi Z juga bisa melakukan transformasi organisasi Pramuka agar lebih canggih dan relevan. Mereka terobsesi dengan pengembangan diri dan sangat antusias membuat inovasi.

“Maka dari itu, sebagai senior, sebagai kakak-kakak Pramuka, kita harus memberikan ruang yang sebebas-bebasnya  untuk mereka berkarya,” pungkas Menpora Dito.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis