Menpora Dito Apresiasi UID Gelar Pameran

Menpora Dito Apresiasi UID Gelar Pameran

Menpora Dito Apresiasi UID Gelar Pameran

Menpora Dito Apresiasi UID Gelar Pameran dan Lelang Lukisan Amal Bhinneka Tunggal Ika untuk Pahlawan Seni dan Olahraga Indonesia

Menpora Dito Apresiasi UID Gelar Pameran. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, memberikan apresiasi kepada United in Diversity (UID) yang telah menggelar pameran dan lelang lukisan amal Bhinneka Tunggal Ika untuk para pahlawan seni dan olahraga Indonesia. Pameran dan lelang ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada mereka yang berkontribusi dalam memajukan seni dan olahraga di Indonesia.

Pameran dan lelang lukisan amal Bhinneka Tunggal Ika ini merupakan wujud dari kepedulian UID terhadap para pahlawan seni dan olahraga Indonesia. Melalui pameran ini, UID ingin memberikan penghargaan kepada mereka yang telah berjuang keras dalam mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Menpora Zainudin Amali menyambut baik inisiatif dari UID ini. Menurutnya, pahlawan seni dan olahraga Indonesia merupakan aset berharga negara yang perlu dihargai dan diberikan dukungan. Melalui pameran dan lelang ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para pahlawan seni dan olahraga Indonesia.

Lukisan-lukisan yang dipamerkan dalam acara ini merupakan karya seniman Indonesia yang telah diakui baik di dalam maupun di luar negeri. Lukisan-lukisan ini memiliki nilai seni yang tinggi dan memiliki cerita yang menginspirasi. Melalui lelang, lukisan-lukisan ini akan diberikan kepada para kolektor seni yang memiliki minat dan apresiasi terhadap seni Indonesia.

Selain memberikan dukungan kepada para pahlawan seni dan olahraga Indonesia, pameran dan lelang ini juga bertujuan untuk mengumpulkan dana amal. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung pengembangan seni dan olahraga di Indonesia, serta membantu para atlet dan seniman yang membutuhkan.

Menpora Dito Apresiasi UID Gelar Pameran

UID sebagai organisasi yang berkomitmen untuk memperkuat keberagaman dan persatuan di Indonesia, sangat mengapresiasi dukungan dari Menpora Zainudin Amali. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada para pahlawan seni dan olahraga Indonesia.

Pameran dan lelang lukisan amal Bhinneka Tunggal Ika ini akan diadakan secara online, sehingga dapat diakses oleh siapa saja dari seluruh Indonesia. Melalui platform online, para kolektor seni dan masyarakat umum dapat mengikuti pameran dan lelang ini dengan mudah dan aman.

Dengan adanya pameran dan lelang lukisan amal Bhinneka Tunggal Ika ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan apresiasi terhadap seni dan olahraga di Indonesia. Selain itu, diharapkan juga dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Menpora Zainudin Amali mengajak semua pihak untuk mendukung pameran dan lelang ini. Dukungan dari masyarakat sangat penting untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para pahlawan seni dan olahraga Indonesia. Melalui dukungan ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang kondusif bagi perkembangan seni dan olahraga di Indonesia.

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Upaya Indonesia atau yang lebih dikenal dengan United In Deversity Foundation (UID) yang menggelar pemeran dan lelang lukisan amal bertema Bhinneka Tunggal Ika untuk pahlawan seni dan olahraga Indonesia.

Menpora Dito Apresiasi UID Gelar Pameran

“Terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Upaya Indonesia yang menyelenggarakan pemeran dan lelang lukisan amal bertema Bhinneka Tunggal Ika untuk pahlawan seni dan olahraga Indonesia. Kegiatan ini memiliki dampak yang luar biasa untuk banyak pihak. Selain berdampak langsung kepada pelukisnya, acara ini juga berdampak untuk pahlawan seni dan olahraga di Indonesia,” ujar Menpora Dito di The Club, Djakarta Theater, Jakarta, Selasa (28/11) malam.

Menurut Menpora Dito, pemerintah dalam hal ini Kemenpora akan terus berusaha sebaik mungkin untuk peduli terhadap kesejahteraan mantan atlet. “Kemenpora tidak bisa jalan sendiri, apapun yang kami lakukan pasti memiliki kekurangan. Justru dengan bantuan pihak swasta dan kegiatan seperti inilah sangat membantu pemerintah. Jadi saya ucapkan terima kasih,” kata Menpora Dito.

“Semoga acara ini bukan pertama dan terakhir kali, gerakan ini saya harap bisa memotivasi kumpulan komunitas akan lebih banyak lagi saling membantu satu sama lain,” tambah Menpora Dito.

Sementara Presiden United In Deversity Foundation (UID), Tantowi Yahya berharap acara ini bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendukung para pahlawan seni dan olahraga Indonesia membawa perubahan nyata untuk kehidupan mereka.

Menpora Dito Apresiasi UID Gelar Pameran

“UID bekerja sama dengan Yayasan Bunga Bali dan Sanggar Ring Luwur Akasa memiliki niatan baik untuk membantu pemerintah dalam memperhatikan nasib para pahlawan bangsa dalam mendapatkan pengobatan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Tantowi.

menpora

Jejak Sejarah Kelembagaan Kemenpora dari masa ke masa

Tonggak sejarah kelembagaan yang mengurusi pembangunan kepemudaan dan keolahragaan sebenarnya sudah ada sejak masa awal kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana penelusuran tim tentang sejarah pengelolaan kegiatan olahraga dan pemuda oleh negara diketahui pada susunan Kabinet pertama yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945. Kabinet yang bersifat presidensial memiliki Kementerian Pengajaran yang dipimpin oleh Menteri Ki Hajar Dewantoro. Kegiatan olahraga dan pendidikan jasmani berada di bawah Menteri Pengajaran. Istilah pendidikan jasmani dipergunakan dalam lingkungan sekolah sedangkan istilah olahraga digunakan untuk kegiatan olahraga di masyarakat yang berupa cabangcabang olahraga. Usia kabinet pertama yang kurang dari tiga bulan kemudian diganti dengan Kabinet II yang berbentuk parlementer di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sutan Sjahrir yang dilantik pada tanggal 14 November 1945.

Tangan Kanan MengepalMerupakan wujud Tekad, Semangat, Kokoh, Teguh, Kemauan kuat Pemuda untuk menjaga Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta Bhineka Tunggal Ika

Tiga pilar pada tangan mengepal : mempunyai makna ketiga peristiwa sejarah yaituKebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928 dan Kemerdekaan Indonesia 1945 yang Pelaku utamanya adalah Pemuda.

Warna Biru : mempunyai makna lambang/simbolik : Keliasan Pandangan dan Pikiran, Smart, Bergerak Maju, Inovatif dan Inspiratif, Kedewasaan, Kematangan, Penguasaan Ilmu Pengetahuan, dan Dinamis